SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA

ACEH ONE

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 23:22 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | JKA adalah kebanggaan Rakyat Aceh yang lahir dari rahim Perdamaian, Muallem merupakan tokoh kunci dalam melahirkan serta mempertahankan kebijakan Dana JKA.
Polemik tentang terbitnya Pergub JKA kami nilai sebagai upaya mendorong sentimen publik untuk tidak menyukai kepemimpinan Mullem, harusnya Sekda bisa melihat ini. peran Sekda Aceh yang dinilai sebagai aktor kunci dalam lahirnya kebijakan tersebut. keputusan strategis seperti ini seharusnya mempertimbangkan dampak sosial secara menyeluruh, bukan sekadar pendekatan teknokratis berbasis efisiensi anggaran.

“Kalau ini murni kebijakan Sekda, maka Mualem tidak boleh diam. Jangan sampai gubernur terseret dalam kebijakan yang justru menyakiti rakyatnya sendiri.

Lebih jauh, bahwa kebijakan ini akan menghantam kelompok kelas menengah rentan, yang selama ini tidak masuk kategori miskin, tetapi sangat bergantung pada akses jaminan kesehatan. Ketika JKA dipangkas, kelompok ini berisiko jatuh ke dalam kemiskinan baru akibat beban biaya kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar kebijakan administratif. Ini menyangkut nasib dan keselamatan rakyat. Salah langkah, dampaknya bisa sistemik.

Dalam konteks ini kami secara tegas mendesak Mualem untuk segera mengambil sikap. diamnya kepala daerah justru akan memperkuat persepsi publik bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari arah kepemimpinan gubernur.

“Mualem & dekfat harus tegas. Evaluasi, koreksi, bahkan copot jika perlu. Jangan biarkan kebijakan ini menjadi beban politik yang menghancurkan kepercayaan rakyat. Sesuai visi misi mualem dek fad.

Di akhir kami mengingatkan bahwa JKA selama ini merupakan simbol keberpihakan pemerintah Aceh terhadap rakyat. Namun jika dikelola secara keliru, program tersebut justru bisa menjadi sumber ketidakadilan baru.

“Kalau ini dibiarkan, maka yang terjadi bukan hanya krisis kebijakan, tapi krisis kepercayaan. Dan itu jauh lebih berbahaya,” ujar Arham. (*)

Berita Terkait

Sorotan Publik Atas Penunjukan Pejabat Inspektorat, Pemerintah Diminta Tegakkan Prinsip Merit
Fast Respon Nusantara Counter Polri Aceh Tegaskan Komitmen Awasi Tambang Ilegal, BBM Ilegal, Dan Narkoba
Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika
Hapus Stigma Menakutkan, Kapolda Aceh Sukses Ubah Kantor Polisi Jadi Rumah Aman Bagi Warga
Gerak Cepat ASDP! Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Ditangani Maksimal, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Suryadi Djamil Desak Usut Tuntas dan Pertanyakan Spesifikasi Kapal
Bahagia, Ketua IWOI Aceh Ciptakan Suasana Kebersamaan dan Kekeluargaan
Ketua DPW IWO Indonesia Aceh Tegaskan Tidak Ada Dualisme Kepengurusan DPD Aceh Timur

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:27 WIB

Bukan Sekadar Olahraga, HKGB ke-74 Pererat Kebersamaan Keluarga Besar Polres Aceh Tenggara dan Forkopimda

Kamis, 10 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pastikan Jajaran Polsek Babul Makmur Tetap Siaga Layani Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 16:38 WIB

Polres Agara Musnahkan Narkotika Hasil Pengungkapan Kasus, Bupati Apresiasi Kinerja Polres Aceh Tenggara

Rabu, 9 September 2026 - 14:00 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Sambangi Polsek Lawe Bulan, Pantau Langsung Kesiapan Personel dan Kondisi Mako

Selasa, 8 September 2026 - 18:24 WIB

Knalpot Brong Mengusik Kenyamanan, Polres Aceh Tenggara Tegaskan Knalpot Brong Bakal Ditindak

Selasa, 8 September 2026 - 15:39 WIB

Tak Sekadar Instruksi, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Bambel

Senin, 7 September 2026 - 14:02 WIB

Syukuran dan Tatap Muka HUT Polwan ke-78, Kapolres Apresiasi Dedikasi Polwan Polres Aceh Tenggara

Minggu, 6 September 2026 - 19:57 WIB

Kurang dari 24 Jam, URC Satreskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curanmor ‎

Berita Terbaru