ACEH TENGGARA — Upacara bendera di SMAS dan SMPS Darul Iman, Desa Terutung Megara Baru, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, Senin, 14 September 2026, tidak sekadar menjadi rutinitas awal pekan. Kapolsek Bambel Iptu Djuliar Yusnaidi menggunakan kesempatan itu untuk mengingatkan para pelajar tentang disiplin, kenakalan remaja, perundungan hingga bahaya penggunaan media sosial.

Iptu Djuliar Yusnaidi bertindak sebagai inspektur upacara yang berlangsung di lingkungan Pesantren Darul Iman sekitar pukul 07.30 WIB. Upacara diikuti kepala SMAS dan SMPS Darul Iman, para guru dan staf, santri-santriwati, serta personel Polsek Bambel.
Dalam amanatnya, Iptu Djuliar Yusnaid meminta para siswa meningkatkan kedisiplinan dan kesungguhan dalam belajar. Ia juga mengingatkan mereka agar menghormati orang tua dan guru serta berhati-hati dalam memilih pergaulan.
“Jangan sampai pergaulan membawa siswa ke berbagai bentuk kenakalan remaja,” ujar Iptu Djuliar Yusnaid dalam amanatnya.
Menurut Iptu Djuliar Yusnaid, pendidikan karakter tidak berhenti di ruang kelas. Kedisiplinan, tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan perlu dibentuk sejak lingkungan sekolah.
Ia juga mengajak para santri dan santriwati menumbuhkan rasa nasionalisme serta kecintaan terhadap tanah air. Para pelajar diminta menaati peraturan dan menggunakan media sosial secara bijak.
Pesan lainnya menyangkut perundungan atau bullying. Iptu Djuliar Yusnaid meminta siswa saling menghargai dan tidak menjadikan kekerasan sebagai cara menyelesaikan persoalan dengan teman. Jika terjadi kekerasan, siswa diminta segera melaporkannya kepada guru.
“Jangan diam jika terjadi kekerasan di lingkungan sekolah. Laporkan kepada guru agar dapat segera ditangani,” ujarnya
Iptu Djuliar Yusnaid juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal.
Pesan itu disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penculikan dan berbagai bentuk kejahatan terhadap anak.
Penggunaan gawai dan media sosial juga menjadi perhatian. Para siswa diminta tidak sembarangan mempercayai informasi maupun mengikuti ajakan orang lain di dunia maya. (Redaksi)

























