KUTACANE — Lapangan Ahmad Yani, Kutacane, Senin, 17 Agustus 2026, menjadi panggung bagi dunia pendidikan Aceh Tenggara. Sejumlah piagam penghargaan diserahkan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Penerimanya bukan hanya sekolah, tetapi juga pengawas dan pelajar yang menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhri, menyerahkan langsung penghargaan tersebut. Capaian itu menjadi penanda bahwa prestasi pendidikan daerah tidak berhenti di ruang kelas.
Salah satunya datang dari SD Negeri Kuta Batu Pasir. Sekolah ini meraih skor 71,64 dengan kategori Kualitas Pelayanan Baik dalam Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik 2025 oleh Ombudsman RI. Pengakuan itu dituangkan dalam Surat Ombudsman Nomor R/141/PC.05/1/2026 tertanggal 26 Januari 2026.
Prestasi juga dicatat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara. Dalam Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Nasional 2025, Aceh Tenggara memperoleh indeks 4,05 dengan kategori A-. Posisi tersebut menempatkan daerah ini di peringkat ketujuh di Provinsi Aceh.
Di tingkat individu, kiprah insan pendidikan Aceh Tenggara turut mencuri perhatian.
Muna Warman, pengawas pada Dinas Pendidikan Aceh Tenggara, meraih Juara Harapan I Lomba Poster Jenjang Pengawas Pendidikan Agama Islam tingkat nasional di Jakarta.
Sementara itu, Zahirah Alifah, siswi SMP Swasta IT Madani, membawa pulang gelar Juara I Lomba Konten Video Kreatif Pendidikan Agama Islam FAIR tingkat nasional yang digelar di Jakarta pada 2025.
Prestasi Zahirah disebut mendapat dukungan dari Kepala SMP IT Madani, Harry Yusmanto.
Bupati Aceh Tenggara menilai sederet penghargaan tersebut bukan sekadar piagam. Di baliknya ada kerja guru, siswa, pengawas, dan pengelola pendidikan yang ikut membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tenggara, Julkifli, S.Pd., M.Pd., mengatakan capaian itu harus menjadi pemantik untuk meningkatkan inovasi dan daya saing pendidikan.
“Prestasi seperti ini layak dijadikan pijakan untuk lahirnya lebih banyak sukses, agar nama Aceh Tenggara semakin dikenal luas,” ujar Julkifli.
Ia memastikan dinas akan terus memberikan dukungan kepada sekolah, guru, dan siswa yang berkompetisi di tingkat nasional.
Piagam yang diserahkan pada momentum kemerdekaan itu, kata Julkifli, diharapkan tidak berhenti sebagai penghargaan seremonial. Ia ingin capaian tersebut menjadi energi baru bagi sekolah-sekolah di Aceh Tenggara untuk berani memasang target lebih tinggi.
Dengan kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, pengawas, orang tua, dan siswa, dunia pendidikan Aceh Tenggara kini memiliki modal untuk melangkah lebih jauh: bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi membuat daerah ini semakin diperhitungkan di tingkat nasional.
(Red)

























