Dukung Kesejahteraan Pegawai, Bea Cukai Aceh Hadirkan Layanan Konseling MENTARA

ACEH ONE

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 00:43 WIB

50235 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, 3 Oktober 2025 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan lingkungan kerja yang sehat dan produktif dengan menghadirkan layanan konseling melalui Tim MENTARA (Mental Terjaga, Asa Terpelihara). Komitmen ini diwujudkan dalam kegiatan Sosialisasi Layanan Konseling dan Perkenalan Konselor MENTARA yang diselenggarakan pada Rabu, 1 Oktober 2025 di Learning Corner Satelite (LCS) Kanwil DJBC Aceh serta secara daring melalui kanal resmi Kementerian Keuangan.

Program MENTARA ditujukan bagi pegawai di lingkungan Kanwil Bea Cukai Aceh sebagai upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, suportif, dan produktif. Kehadiran layanan konseling ini menjadi bagian dari strategi internal untuk mendukung kesejahteraan pegawai, sekaligus mencerminkan keseriusan institusi pemerintah dalam memberi perhatian pada isu kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bagian Umum Kanwil Bea Cukai Aceh, Rhena Desanti, menjelaskan bahwa pembentukan Tim MENTARA bertujuan menghilangkan stigma terhadap kesehatan mental sekaligus memberi dukungan nyata untuk menjaga keseimbangan diri. Menurutnya, kesehatan mental memiliki peran besar dalam menentukan kualitas kerja maupun kualitas hidup seseorang. “Melalui layanan ini, kami ingin menciptakan ruang aman untuk berbagi, mencari bantuan, dan tetap menjaga keseimbangan diri. Semangat ini juga dapat menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” ungkap Rhena.

Tim MENTARA sendiri resmi dibentuk pada 27 Agustus 2025. Tim ini memiliki peran beragam, mulai dari penyediaan konselor pendamping, edukasi tentang kesehatan mental, hingga kerja sama dengan akademisi Universitas Syiah Kuala untuk memberikan dukungan profesional. Langkah ini memperlihatkan bahwa isu kesehatan mental kini semakin mendapatkan perhatian serius, bahkan di lingkungan instansi pemerintah.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental merupakan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Tekanan hidup dan pekerjaan dapat dialami siapa saja, dan mencari bantuan adalah langkah berani untuk kembali sehat dan produktif. Dengan semakin terbukanya ruang konseling dan edukasi, diharapkan lahir lingkungan yang lebih harmonis, inklusif, dan mendukung kesejahteraan bersama.

Berita Terkait

Hapus Stigma Menakutkan, Kapolda Aceh Sukses Ubah Kantor Polisi Jadi Rumah Aman Bagi Warga
Gerak Cepat ASDP! Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Ditangani Maksimal, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Suryadi Djamil Desak Usut Tuntas dan Pertanyakan Spesifikasi Kapal
Bahagia, Ketua IWOI Aceh Ciptakan Suasana Kebersamaan dan Kekeluargaan
Ketua DPW IWO Indonesia Aceh Tegaskan Tidak Ada Dualisme Kepengurusan DPD Aceh Timur
Partai Gelora Aceh Desak Percepatan Serapan Anggaran Penanggulangan Bencana demi Pemulihan Masyarakat Pascabencana
Suryadi Djamil Soroti Film “Pesta Babi”, Ingatkan Publik Tak Terjebak Penyederhanaan Narasi Papua
SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:09 WIB

Syahbudin Padang Kecam Sikap Tidak Profesional, Masyarakat Minta APH Telusuri Dugaan Permasalahan Proyek APBN

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:55 WIB

SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:24 WIB

Brimob Aceh Bersihkan Masjid Baiturrohim, Wujud Nyata Program Indonesia ASRI di Subulussalam Jumat Berkah

Selasa, 21 Oktober 2025 - 02:49 WIB

Kasus Pelemparan Mobil Jurnalis, AKBP Muhammad Yusuf Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Teror

Berita Terbaru

error: Content is protected !!